Cara Mengatur Gizi pada Anak Bekebutuhan Khusus

Cara Mengatur Gizi pada Anak Bekebutuhan Khusus

Moch. Ainul Yaqin, S.Psi

Moch. Ainul Yaqin, S.Psi

2 Januari 2026

128 dilihat 2 komentar

Layanan Kesehatan dan Pola Makan untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)


Layanan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) diupayakan untuk menjembatani hambatan yang dialami anak sehingga mereka dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki dan mengakses kesempatan hidup sebesar-besarnya. Layanan ini idealnya berorientasi pada prinsip: mempertimbangkan kesamaan karakteristik tiap tipe ABK sekaligus perbedaan individual, menjaga sikap optimis dalam pemberian layanan pendidikan, medis, dan psikologis, mengedepankan potensi anak daripada fokus pada hambatan, serta memandang kebutuhan khusus bukan sebagai “penghalang”, melainkan sebagai keterbatasan kesempatan anak untuk melakukan hal-hal yang pada umumnya mampu dilakukan orang lain, baik pada aspek kematangan emosi, mental, maupun fisik (Wiratama Putra, 2023).


Pentingnya Layanan Kesehatan Khusus untuk ABK


Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah menerapkan layanan perawatan kesehatan anak yang bersifat khusus. Yang dimaksud perawatan kesehatan khusus yaitu perawatan yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan berbeda atau kebutuhan kesehatan yang lebih kompleks pada anak.


Tujuan perawatan kesehatan khusus ini adalah memastikan anak yang memerlukan dukungan lebih kompleks mendapatkan perawatan yang tepat dan berkualitas, sehingga kualitas kesehatan dan daya tahan tubuh (imunitas) tetap terjaga.


Peran Gizi dan Pola Makan pada Anak Berkebutuhan Khusus


Dalam layanan kesehatan khusus, pola makan menjadi faktor penting. Pola makan mencakup frekuensi makan, porsi makan, serta penyesuaian dengan kondisi tertentu seperti alergi atau diet eliminasi berdasarkan kebutuhan dan asesmen tenaga kesehatan.


Beberapa literatur menyebutkan bahwa sebagian anak, terutama pada kondisi tertentu, menjalani pembatasan makanan seperti gluten dan kasein. Karena itu, pemantauan gizi sebaiknya dilakukan dengan pendampingan ahli gizi/dokter agar kebutuhan zat gizi tetap terpenuhi dan anak tidak mengalami kekurangan nutrisi (Wardhani, 2023).


Pola Makan Anak Berkebutuhan Khusus (Temuan Penelitian)


Berdasarkan beberapa penelitian yang membahas pola makan pada anak berkebutuhan khusus, ditemukan beberapa hal berikut:


1) Frekuensi Makan


Frekuensi makan anak berkebutuhan khusus sering dipengaruhi oleh mood atau nafsu makan anak. Jika nafsu makan baik, anak bisa makan 3 kali sehari mengikuti jadwal waktu makan (Pramardika dkk., 2019).


2) Porsi Makan


Pada beberapa kasus, porsi makan anak berkebutuhan khusus dilaporkan masih berada di bawah angka kecukupan gizi harian (Pramardika dkk., 2019).


3) Pantangan Makan


Sebagian anak menjalani pantangan makanan tertentu seperti gluten dan kasein. Pembatasan ini biasanya dikaitkan dengan keluhan pencernaan dan aspek perilaku, sehingga perlu pemantauan dan penyesuaian yang tepat agar tidak menimbulkan masalah gizi (Setyaningsih, 2019).


Kesimpulan


Pola makan dan status gizi pada anak berkebutuhan khusus perlu dipantau secara terstruktur. Asupan gizi yang baik dan seimbang berpotensi mendukung kondisi kesehatan anak, serta membantu anak menjalani aktivitas dan layanan pendidikan/terapi secara lebih optimal. Karena itu, pemahaman orang tua dan dukungan lingkungan sangat penting dalam membangun kebiasaan makan yang sehat.


Saran


Beberapa saran yang dapat dilakukan, antara lain:


  1. Orang tua membekali diri dengan ilmu tentang pola pengasuhan dan kebutuhan gizi anak ABK.
  2. Orang tua memantau perkembangan anak dari usia ke usia secara rutin.
  3. Orang tua tetap optimis dan konsisten dalam pendampingan anak.
  4. Perlunya program layanan kesehatan khusus di tingkat puskesmas untuk ABK, salah satunya pemeriksaan status gizi guna mengetahui kebutuhan asupan yang diperlukan dan disesuaikan dengan alergi, pantangan makan, atau diet yang sedang dijalankan.


Daftar Pustaka


Wardhani, R. D. K. (2023). Perawatan kesehatan untuk anak berkebutuhan khusus. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 2896–2907.


Pramardika, D. D., Susanti, E., & Fitriana, F. (2019). Analisis Pola Makan Anak Autis Yayasan Tongkat Musa Indonesia ABK Bangun Rejo Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2019. Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 2(1), 18–24.


Setyaningsih, R. (2019). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Gizi pada Anak Berkebutuhan Khusus. Jurnal Kesehatan Holistic, 3(2), 1–16.


Wiratama Putra. (2023). (Sumber kutipan prinsip layanan ABK sesuai referensi yang Anda gunakan).

Tags: #gizi #ahligizi

Bagikan artikel ini:

Login untuk Suka 0 orang menyukai artikel ini

Komentar (2)

Silakan login untuk berkomentar

Login untuk Berkomentar
hrd galuhhandayani 9 bulan yang lalu

Mantab, sangat mengedukasi. Semangaat

Administrator 8 bulan yang lalu

sip